Satio Pramono

22

Iklan

Mendekatkan diri kepada ALLAH

وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ   (  carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya ).

Mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada ALLAH, ialah dengan cara menta’ati perintah ALLAH, melaksana-kan ibadah kepada ALLAH menurut Sunnah Rasululullah, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Di antara jalan untuk mendekatkan diri kepada ALLAH itu adalah mempelajari dan mendalami Al-Qur’an, shaum (sunnat), menafkahkan sebagian rizki yang dikaruniakan ALLAH yang Maha Pemurah di jalan-Nya, dan amal-amal saleh lainnya..

وَمِنَ الْأَعْرَابِ مَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَتَّخِذُ مَا يُنْفِقُ قُرُبَاتٍ عِنْدَ اللَّهِ وَصَلَوَاتِ الرَّسُولِ أَلَا إِنَّهَا قُرْبَةٌ لَهُمْ سَيُدْخِلُهُمُ اللَّهُ فِي رَحْمَتِهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ.

Dan di antara orang-orang Arab Badwi itu, ada orang yang beriman kepada ALLAH dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan ALLAH) itu, sebagai jalan mendekatkannya kepada ALLAH dan sebagai jalan untuk memperoleh do`a Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada ALLAH). Kelak ALLAH akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga) Nya; sesungguhnya ALLAH Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Qur’an, Juz  11,  Surah 9, At-Taubah , ayat 99).

Ayat ini berlaku umum, bukan hanya tertuju pada Arab Badwi pada masa dahulu. Pada masa sekarang dan akan datang, ayat tersebut berlaku, bahwa menafkahkan nafkah (rizki) di jalan ALLAH itu adalah suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada ALLAH.

Menafkahkan artinya mengorbankan, menshadaqohkan harta di jalan ALLAH untuk jihad fii sabilillah, untuk pembangunan Masjid, untuk orang-orang beriman yang fakir dan miskin, dsb. Nafkah ialah belanja untuk hidup, (uang); bekal hidup sehari-hari. Menafkahkan, yaitu membelanjakan (uang), menggunakan (uang, harta) untuk keperluan hidup.  Fakir ialah orang yang sangat berkekurangan; orang yang terlalu miskin. Miskin ialah tidak berharta; serba kekurangan (berpeng-hasilan sangat rendah).

Ber-amal saleh adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada ALLAH.

وَمَا أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ بِالَّتِي تُقَرِّبُكُمْ عِنْدَنَا زُلْفَى إِلَّا مَنْ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَئِكَ لَهُمْ جَزَاءُ الضِّعْفِ بِمَا عَمِلُوا وَهُمْ فِي الْغُرُفَاتِ ءَامِنُونَ (37 ).         Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami (ALLAH) sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga).” (Al-Qur’an, Juz 22, Surah 34, Saba’, ayat 37).

Sekali-kali bukanlah harta dan bukan pula anak-anak kalian yang mendekatkan kalian kepada ALLAH sedikitpun.

Tetapi yang mendekatkan diri kepada ALLAH itu ialah orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dengan tulus ikhlas karena ALLAH.

Mereka   yang beramal saleh dengan hati yang tulus ikhlas akan memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan, yakni sebagai balasan amalnya, yaitu satu amal kebaikan akan dibalas sepuluh lipat dan lebih banyak lagi dari itu.  Dan mereka akan ditempatkan di tempat yang tinggi di dalam Jannah (Syurga). Mereka hidup aman sentosa di dalamnya. Mereka tidak mati dan tidak akan tertimpa penyakit, mereka akan tetap muda, gagah dan cantik, dan memperoleh apa pun yang mereka inginkan. Di dalam Jannah itu:

يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِصِحَافٍ مِنْ ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنْفُسُوَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam Jannah (surga) itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.” (Al-Qur’an, Surah Az-Zukhruf, ayat 71)

Yang dimaksud dengan Amal saleh ialah perbuatan yang sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah atau menunaikan kewajiban Islam seperti perbuatan baik terhadap sesama orang yang beriman dan sesama manusia.

Ber-amal artinya berbuat kebajikan; memberi sumbangan atau bantuan kepada orang miskin; melakukan sesuatu yang baik, seperti memberi nasihat, bekerja untuk kepentingan masyarakat, mengajarkan ilmu, mengaji; berdo’a, memohon kepada ALLAH.

Amal saleh ialah perbuatan; perbuatan baik yang mendatangkan pahala, seperti berbuat baik kepada fakir miskin; sholat; zakat; shadaqoh jariyah; menolong/ membantu orang yang perlu dibantu atau orang kesusahan tanpa diminta. Orang kaya juga ada susahnya: susah hati, susah pikiran, keluarga berantakan dan berfoya-foya dsb., hati resah gelisah, tidak tenang. Apalagi kalau harta kekayaan itu diperoleh dengan cara haram (menipu, korupsi, riba/bunga uang, dsb). Tidak sedikit orang kaya berharta tetapi tidak bahagia. Nasehat perlu untuk orang kaya semacam ini karena hati gelap, mata gelap, pikiran gelap, tidak menemukan jalan keluar.    

Amal saleh ialah perbuatan baik yang dilakukan dengan tujuan untuk berbuat kebaikan terhadap masyarakat atau sesama manusia (memberi derma, mengumpulkan dana untuk membantu korban bencana alam, penyandang cacat, orang jompo, anak yatim piatu, dsb.).

Caranya dapat dengan mengumpulkan sumbangan melalui media, dsb.

Saleh artinya taat dan sungguh-sungguh menjalankan ibadah; suci dan beriman. Kesalehan artinya ketaatan (kepatuhan) dalam menjalankan ibadah; kesanggupan menunaikan ajaran Islam.

Kesalehan itu tercermin dalam sikap hidup. Anak yang saleh adalah anak yang beriman yang senantiasa mendo’akan ke dua orang tuanya (ibu dan bapa) bagi keselamatan mereka di dunia dan di Akhirat.

Sudah tentu orang harus bekerja untuk menunjang amal saleh itu, dan ALLAH telah menyediakan bumi bagi manusia untuk kelangsungan hidup mereka. Banyak ayat Al-Qur’an dan Hadits memberikan dorongan pembudi-dayaan tanah bagi pertanian untuk hidup manusia.

 

INTERNET

Beberapa orang percaya bahwa perkembangan teknologi internet akan membuat siswa belajar secara mandiri tanpa harus bertemu guru. Tetapi apakah kehadiran teknologi internet ini akan benar-benar mengeser peran manusia sebagai guru?

Dewasa ini dipelosok desa sampai kota sudah mulai menjamur warnet (warung internet) bak jamur di musim penghujan. Kawula muda sampai tua yang tak mau ketinggalan zaman, rela merogoh kocek, hanya untuk sekedar browsing di warnet. Fenomena ini menjadikan warnet sebagai bisnis prestisius bagi masyarakat kita. Perlu diketahui pada saat ini bisnis warnet mampu mengeser keberadaan wartel yang telah kehilangan masa keemasannya.

Sebenarnya apa itu internet? Internet adalah singkatan dari interconnected network yaitu sebuah sistem yang menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya dalam bentuk jaringan dan saling berinteraksi serta bertukar informasi. Internet merupakan jendela informasi dunia karena bisa memberikan informasi detail tentang setiap informasi yang ingin kita ketahui. Hal inilah yang bisa dimanfaatkan orang untuk tujuan baik (pembelajaran) serta sebagian kelompok orang untuk maksud yang tidak baik (pengaksesan situs-situs Porno).

Penggunaan internet sendiri di Indonesia adalah hal yang bukan asing lagi. Terbukti menurut sebuah survei(www.internetworldstats.com) pada medio tahun 2008 Indonesia menduduki peringkat 13 untuk katagori pengakses internet terbanyak di dunia. Tetapi perlu diketahui juga Indonesia masuk 10 besar dalam hal pengakses situs-situs porno. Sungguh berita yang miris karena rata-rata pengakses internet di Indonesia adalah anak usia sekolah

Pada 2010, sebuah era baru internet dimulai, Web 3.0. Di masa ini, internet akan lebih bisa memahami manusia.

Masa kejayaan Web 2.0 diprediksi akan segera berakhir. Jadi, segeralah maksimalkan penggunaan blog, social networking (misal Facebook dan MySpace), YouTube, Flickr, Twitter, dan sebagainya yang dibangun di atas platform Web 2.0. Karena, pada 2010, dunia akan mulai mengenal Web 3.0. Maka, Facebook dan kawan-kawannya itu bisa saja terasa kuno.

 

Nova Spivack (http://novaspivack.typepad.com), pakar teknologi informasi masa depan dan pendiri Earth Web Inc serta Radar networks, memprediksi Web berevolusi tiap 10 tahun.

Adalah Tim Berners-Lee (http://w3.org/People/Berners-Lee), penemu World Wide Web (WWW) pada 1989 yang kini bersama World Wide Web Consortium (W3C) Massachusetts Institute of Technology yang tengah mengembangkan Web 3.0. Layanan berbasis web yang memiliki kemampuan membaca informasi di internet sama seperti yang manusia dapat lakukan sekarang ini.

Perpustakaan Raksasa Bernama Internet

Di masa Web 1.0, pengembangan web kebanyakan di sisi back end. Bagaimana protokol dan bahasa kode diterapkan pada web. Di masa ini, informasi berjalan searah dari Web ke pengunjungnya. Halaman Web hanyalah sekumpulan teks dan gambar statis. Pengunjung tak bisa berpartisipasi di dalamnya. Era ini berjalan hingga akhir 1990-an dan awal 2000-an. Web di saat itu ibarat perpustakaan raksasa. Anda harus menjelajahi rak-rak buku, mencari buku, membuka halamannya satu demi satu untuk mencari informasi yang dibutuhkan.

Kolaborasi dan Pergaulan Dunia Maya

Masa kini adalah masalah Web 2.0. Untuk mencari informasi Anda tidak sendirian, Anda bisa bertanya atau secara tidak sengaja mendapatkannya dari orang lain melalui situs-situs social networking seperti Facebook (http://facebook.com), MySpace (http://myspace.com) dan LinkedIn (http://linkedin.com).

Era Web 2.0 juga menandakan masa di mana orang per orang kian terhubung. Di Facebook, teman semasa kuliah bahkan SMU bisa bertemu kembali, saling menyapa, dan bertukar informasi. Melalui proses kolaborasi, informasi yang terkumpul di jaringan menjadi lebih lengkap ketimbang era Web 1.0.

web-20-concept.jpg

Siapa sangka, menurut Internet World Stats (http://internetworldstats.com), kebanyakan halaman pertama di Google Search untuk hampir semua kata kunci adalah blog-blog prbadi. Fenomena blog telah melahirkan demokrasi pengetahuan. Siapa saja bisa menulis tentang apa saja. Siapa saja juga bisa mengomentari, memperbaiki, atau menambahkannya.

Contoh paling mudah adalah kerja kolaboratif di Wikipedia (http://wikipedia.org). Siapa saja dapat menyunting entri di wikipedia, menyajikan seluruh informasi yang dibutuhkan. Flickr (http://flickr.com) atau photobucket (http://photobucket.com) memungkinkan kita mengunggah foto untuk diperlihatkan ke orang lain.

Istilah Web 2.0 sendiri, pertama kali diperkenalkan oleh O’Reilly Media pada 2004. Web 2.0 disebut oleh O’Reilly adalah revolusi industri komputer yang menjadikan web sebagai platform untuk berbagai kegiatan komputasi manusia.

Web 2.0 memindahkan aplikasi desktop ke web, menjalankannya ibarat di desktop itu sendiri. Salah satu yang terdepan adalah Google Documents (http://docs.google.com). Di sana kita bisa membuat, mengedit, mengunggah, dan mengunduh hampir seluruh aplikasi penting Microsoft Office seperti Word, Excel, dan Power Point.

Kecerdasan Buatan dan Dunia Tiga Dimensi

Belum ada definisi gamblang untuk Web 3.0. Tim Burners-Lee dan Nova Spivack baru menyebutnya semantics web. Konsep baru seputaran semantics web dan tampilannya pun bertebaran.

Namun yang pasti, menurut Nova Spivack, Web 3.0 baru akan berjalan penuh pada 2010, bukan saat ini. Dari http://howstuffworks.com, Web 3.0 akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

Pertama, web akan berevolusi dari tampilan dua dimensi ke tiga dimensi. Penggabungan yang apik antara virtual reality dengan massively multiplayer online roleplaying games (MMORPGs). Web akan menjadi dunia maya dalam artian lanskap dan manusianya ada di layar komputer dalam bentuk 3D. Jika Anda pernah bermain seri The Sim’s (permainan komputer role playing games (RPG) yang tenar sejak awal 2000-an), kurang lebih Web 3.0 akan seperti ini.

web-30.png

Contoh Web 3.0 dengan ciri ini yang sudah ada adalah http://secondlife.com. Sharing sudah mencoba bergabung di situs tersebut sebagai salah satu anggota komunitas London, Inggris. Mudahnya, jika Anda memiliki akun di Facebook, hanya bisa menampilkan foto dan teks, di http://secondlife.com, Anda memiliki avatar, tentu dengan fasilitas foto dan teks seperti di Facebook. Namun, social networking di sini dilakukan secara 3D. Kita berkenalan, menambah teman, dan berbincang (chatting) layaknya di Facebook dengan cara berjalan di dalam kota dan bertemu dengan avatar lain.

Kota London yang digambarkan situs ini adalah replika virtual 3D. Kita berjalan di taman, di jalur pedestrian, masuk ke mal, dan sebagainya. Sayang, belum ada satupun kota dari Indonesia di situs ini.

Kedua, kecerdasan buatan (artificial intelligence) akan lebih maju di era Web 3.0. Web akan bisa memahami kata per kata yang diketikkan manusia secara kontekstual dalam tahapan tertentu. Misal, jika saat ini Anda mengetikkan Makanan China di Surabaya di Google dan mendapatkan kebanyakan taut (link) yang tidak relevan, di masa Web 3.0 hanya akan ada taut-taut ke restoran makanan China di Kota Surabaya.

Keterbatasan Web 2.0 memahami sebuah kata secara ontologis terletak di bahasa hypertext markup language (HTML). Konsep semantics web, menurut para pakar sulit berkembang jika mendasarkan pembangunan web hanya pada HTML. Tim Burners-Lee pun menunjuka kepada Resource Description Framework (RDF), Web Ontology Language (OWL), dan Extensible Markup Language (XML). Tiga bahasa pemograman yang dianggap lebih bisa mewujudkan impian semantic web di masa depan. Artinya, web 3.0 akan lebih bisa memahami manusia di masa depan.

Ketiga, pengggunaan Web di berbagai perangkat bergerak akan lebih luas dan canggih daripada saat ini. Tidak hanya ponsel, jam tangan dan televisi diprediksi akan bisa digunakan untuk mengakses internet.

Keempat, merger antara Web dan bentuk media lain akan terjadi. Malahan, media tradisional akan semakin memanfaatkan internets ebagai salah stau jalur distribusinya. Siaran radio, televisi, dan film layar lebar akan lebih banyak didistribusikan lewat internet ketimbang saat ini. IA

<!–[if !mso]&gt;st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;![endif]–> Fitur Teknis yang Khas pada Web

Web 1.0
  • Halaman web cenderung statis
  • Kebanyakan web didesain dengan rangka (frame). Membuat penayangannya lambat pada koneksi dial up.
  • Satu-satunya interaksi yang bisa dilakukan adalah mengisi buku tamu online.
  • Grafis berformat GIF, biasanya beresolusi 88×31 piksel, umum digunakan untuk mempromosikan apa saja di web.
Web 2.0
  • Formulir HTML terkirim otomatis via  email. Kita bisa mengisinya dan mengirim balik ke pengirim, langsung tercatat di database.
  • CSS (Cascading Style Sheets)
  • Aplikasi Rich Internet atau berbasis Ajax
  • Markup XHTML
  • Sindikasi dan agregasi data menggunakan RSS/Atom
  • URL yang valid
  • Folksonomies
  • Aplikasi wiki pada sebagian atau seluruh Website
  • XML Web-Service API
Web 3.0
  • transformation dari tempat penyimpanan yang bersifat terpisah pisah menjadi satu.
  • ubiquitous connectivity, memungkinkan info diakses di berbagai media.
  • network computing, software-as-a-service business models, Web services interoperability, distributed computinggrid computing andcloud computing;
  • open technologies, sebagian besar semuanya berjalan dalam platform open source / free.
  • open identityOpenID, seluruh info adalah bebas dan sebebas – bebasnya.
  • the intelligent webSemantic Web technologies such as RDF,OWLSWRLSPARQLGRDDL, semantic application platforms, and statement-based datastores;
  • distributed databases, database terdistribusi dalam WWD ( World Wide Database ).
  • intelligent applications.